Post Format

Cerpen Masa Kecilku

3 comments

Aku punya rahasia kecil yang belum pernah kuceritakan pada siapapun sampai detik ini. Rahasia ini tentang satu cerpen paling berkesan yang pernah aku baca semasa anak-anak.

Aku tak ingat detailnya. Yang jelas, ada seorang anak yang dimusuhi seantero sekolah. Si “aku” mengikuti ke rumah anak itu, ingin memberi pelajaran.

Ternyata …
anak itu tinggal di dekat rel. Si “aku” membandingkan perbedaan di antara mereka. Si “aku” mencoba membayangkan seandainya dialah yang tinggal di pinggir rel, setiap saat terganggu dengan gempa kecil dan suara berisik karena kereta api lewat. Membayangkan, sudah ke mana saja orang-orang dalam kereta api itu pergi, sementara dia dan keluarganya tetap tinggal di situ terus.

Segitu membekas kesan cerpen itu bagiku, aku merasa beruntung. Karena, kalau ketemu dengan si anak yang tinggal di dekat rel, aku tidak perlu ikut-ikut memusuhinya. Ya, karena aku sudah membaca cerpen tentangnya dan tahu bahwa dia aneh begitu karena tinggal di dekat rel. Dengan orang-orang lain pun demikian, aku selalu membayangkan ada “cerpen” di belakang mereka, yang aku tidak tahu, yang belum kubaca.

sumber gambar: etsy

Posted by

on-going tensions between ready-made values and uncharted territory

3 Comments Join the Conversation

  1. Semua orang boleh menghakimi keburukan orang lain, jika dan hanya jika mereka bisa menyelami masalahnya..gitu ya mba?

    Reply

  2. Pingback: Cerpen Masa Kecilku - Kumpulan Cerpen

Leave a Reply

Required fields are marked *.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s